Cara Pembagian Bersusun Porogapit

Baca Cepat show

Sobat Zikra, Apa itu Porogapit?

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara pembagian bersusun porogapit, mari kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan porogapit. Porogapit adalah suatu teknik atau metode yang digunakan dalam penambangan batubara. Teknik ini menggunakan suatu alat berupa penghancur yang membuat jalan di dalam lapisan batu bara agar dapat diambil dengan mudah.

Cara Pembagian Bersusun Porogapit

Cara pembagian bersusun porogapit adalah suatu teknik pembagian batubara yang dilakukan dalam beberapa tahap atau level. Pembagian bersusun porogapit dilakukan dengan menggali batubara secara bertingkat dari atas ke bawah dengan melakukan pemotongan pada puncak setiap tahap. Metode ini sangat efektif untuk menyediakan tambang batubara yang terbuka.

Ada beberapa tahapan dalam pembagian bersusun porogapit, yaitu:

No Tahap Penjelasan
1 Top Cut Bagian atas atau puncak lapisan batubara dipotong terlebih dahulu.
2 Mid Cut Setelah Top Cut, bagian tengah dari lapisan batubara dipotong.
3 Bottom Cut Terakhir, bagian bawah dari lapisan batubara dipotong.

Kelebihan Pembagian Bersusun Porogapit

Terdapat beberapa kelebihan dalam menggunakan teknik pembagian bersusun porogapit, antara lain:

1. Tingkat Efisiensi yang Tinggi

Metode pembagian bersusun porogapit lebih efisien daripada metode penambangan di bawah tanah. Karena dengan metode ini, batubara dapat diambil lebih mudah dan dalam jumlah yang lebih besar.

2. Biaya Penambangan yang Lebih Murah

Karena batubara diambil dengan lebih mudah, biaya untuk penggalian batubara menjadi lebih murah. Selain itu, metode ini juga meminimalkan risiko kecelakaan kerja di tambang.

3. Penggunaan Alat Berat yang Lebih Optimal

Dalam metode pembagian bersusun porogapit, penggunaan alat berat lebih optimal. Karena pada tahap awal, penggalian dilakukan dengan alat berat yang lebih ringan, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih rendah.

4. Pengawasan yang Lebih Mudah

Metode pembagian bersusun porogapit memudahkan tim pengawasan dalam mengawasi jalannya penambangan batubara. Hal ini dikarenakan penggalian batubara dilakukan secara bertingkat dan teratur.

5. Lebih Ramah Lingkungan

Metode pembagian bersusun porogapit lebih ramah lingkungan karena pengelolaan limbah dapat dilakukan lebih mudah dan teratur. Selain itu, metode ini juga mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

6. Dapat Menyediakan Cadangan Batubara yang Lebih Banyak

Dengan metode pembagian bersusun porogapit, lebih mudah dan efisien dalam penambangan. Sehingga tambang batubara dapat menyediakan cadangan yang lebih banyak dan memastikan ketersediaan batubara untuk jangka panjang.

7. Mengoptimalkan Kendali Kualitas Batubara

Dalam metode pembagian bersusun porogapit, kendali kualitas batubara dapat dilakukan dengan lebih baik. Karena batubara yang diambil dari tiap-tiap tahapan diproses secara terpisah, sehingga dapat dikendalikan kualitasnya.

Kekurangan Pembagian Bersusun Porogapit

Terdapat beberapa kekurangan dalam menggunakan teknik pembagian bersusun porogapit, antara lain:

1. Risiko Kebocoran Air Tanah

Dalam metode pembagian bersusun porogapit, terdapat risiko kebocoran air tanah ke dalam lubang tambang. Hal ini dapat mengganggu kualitas batubara dan memperburuk situasi lingkungan di sekitar tambang.

2. Risiko Kebakaran

Karena penggalian batubara dilakukan dengan menggunakan alat berat, terdapat risiko kebakaran di tambang. Hal ini dapat mengancam keselamatan kerja dan keberlangsungan tambang.

3. Dibutuhkan Area Tambang yang Lebih Luas

Metode pembagian bersusun porogapit membutuhkan area tambang yang lebih luas. Karena dalam metode ini, penggalian dilakukan secara bertingkat dan memerlukan area tambang yang cukup untuk mendukung proses penggalian tahap atas.

4. Dibutuhkan Tenaga Kerja yang Lebih Banyak

Proses penggalian batubara dengan metode pembagian bersusun porogapit membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak. Dibutuhkan pekerja tambang yang sangat ahli dan berpengalaman untuk mengoperasikan alat-alat berat dengan baik dan benar.

5. Membutuhkan Waktu yang Lebih Lama

Proses penggalian batubara dengan metode pembagian bersusun porogapit memakan waktu yang lebih lama daripada metode penambangan batubara bawah tanah. Hal ini dikarenakan penggalian dilakukan secara bertingkat dan memerlukan proses yang teratur.

6. Membutuhkan Biaya yang Lebih Besar

Metode pembagian bersusun porogapit memerlukan biaya yang lebih besar. Karena penggalian batubara dilakukan dalam beberapa tahap dan menggunakan alat-alat berat yang lebih banyak.

7. Dapat Menimbulkan Gangguan pada Struktur Tanah

Dalam metode pembagian bersusun porogapit, penggalian dilakukan secara bertingkat dan membutuhkan area tambang yang lebih luas. Hal ini dapat menimbulkan gangguan pada struktur tanah dan memperburuk kerusakan lingkungan sekitar tambang.

FAQ tentang Cara Pembagian Bersusun Porogapit

1. Apa saja tahapan dalam metode pembagian bersusun porogapit?

Jawab: Ada tiga tahapan dalam metode pembagian bersusun porogapit, yaitu Top Cut, Mid Cut, dan Bottom Cut.

2. Apa kelebihan menggunakan metode pembagian bersusun porogapit?

Jawab: Kelebihan dari metode pembagian bersusun porogapit antara lain tingkat efisiensi yang tinggi, biaya penambangan yang lebih murah, penggunaan alat berat yang lebih optimal, pengawasan yang lebih mudah, lebih ramah lingkungan, dapat menyediakan cadangan batubara yang lebih banyak, dan mengoptimalkan kendali kualitas batubara.

3. Apa kekurangan menggunakan metode pembagian bersusun porogapit?

Jawab: Kekurangan dari metode pembagian bersusun porogapit antara lain risiko kebocoran air tanah, risiko kebakaran, membutuhkan area tambang yang lebih luas, membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak, membutuhkan waktu yang lebih lama, membutuhkan biaya yang lebih besar, dan dapat menimbulkan gangguan pada struktur tanah.

4. Bagaimana cara mengatasi risiko kebocoran air tanah?

Jawab: Risiko kebocoran air tanah dapat diatasi dengan melakukan pengawasan yang ketat pada kelembaban tanah di sekitar tambang dan memasang sistem pengering pada lubang tambang.

5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan metode pembagian bersusun porogapit?

Jawab: Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan metode pembagian bersusun porogapit bervariasi tergantung pada luasnya area tambang dan tingkat kesulitan dalam penggalian batubara.

6. Apakah metode pembagian bersusun porogapit ramah lingkungan?

Jawab: Ya, metode pembagian bersusun porogapit lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan metode penambangan di bawah tanah karena dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan sekitar tambang.

7. Apa yang dimaksud dengan kendali kualitas batubara?

Jawab: Kendali kualitas batubara adalah proses pengendalian mutu batubara yang dilakukan dalam tahap pengambilan batubara dari dalam tambang hingga proses pengolahan batubara selesai.

8. Bagaimana cara meminimalkan risiko kebakaran di tambang?

Jawab: Risiko kebakaran di tambang dapat diminimalkan dengan melakukan pengawasan yang ketat pada penggunaan alat berat dan memasang sistem pemadam kebakaran yang memadai.

9. Apakah metode pembagian bersusun porogapit lebih efektif daripada metode penambangan bawah tanah?

Jawab: Ya, metode pembagian bersusun porogapit lebih efektif daripada metode penambangan bawah tanah karena efisiensi yang lebih tinggi dan biaya penambangan yang lebih murah.

10. Apa yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran air tanah di tambang menggunakan metode pembagian bersusun porogapit?

Jawab: Jika terjadi kebocoran air tanah di tambang menggunakan metode pembagian bersusun porogapit, segera lakukan tindakan yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran dan memperbaiki kerusakan yang terjadi.

11. Berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan dalam metode pembagian bersusun porogapit?

Jawab: Banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan dalam metode pembagian bersusun porogapit bervariasi tergantung pada luasnya area tambang dan tingkat kesulitan dalam penggalian batubara.

12. Apa yang harus dilakukan untuk memaksimalkan efisiensi dalam metode pembagian bersusun porogapit?

Jawab: Untuk memaksimalkan efisiensi dalam metode pembagian bersusun porogapit, lakukan pengawasan yang ketat pada alat berat dan manajemen tambang yang baik.

13. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi risiko kebakaran di tambang menggunakan metode pembagian bersusun porogapit?

Jawab: Untuk mengatasi risiko kebakaran di tambang menggunakan metode pembagian bersusun porogapit, lakukan pengawasan yang ketat pada penggunaan alat berat dan memasang sistem pemadam kebakaran yang memadai.

Kesimpulan

Dalam metode penambangan batubara, penggunaan teknik yang tepat sangatlah penting untuk memastikan keberhasilan dan keselamatan kerja. Meskipun terdapat kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan metode pembagian bersusun porogapit, namun teknik ini tetap menjadi pilihan yang efektif untuk melakukan penambangan batubara yang terbuka.

Metode pembagian bersusun porogapit memiliki sejumlah kelebihan, seperti tingkat efisiensi yang tinggi, biaya penambangan yang lebih murah, penggunaan alat berat yang lebih optimal, pengawasan yang lebih mudah, lebih ramah lingkungan, dapat menyediakan cadangan batubara yang lebih banyak, dan mengoptimalkan kendali kualitas batubara.

Namun, teknik ini juga memiliki sejumlah kekurangan, seperti risiko kebocoran air tanah, risiko kebakaran, membutuhkan area tambang yang lebih luas, membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak, membutuhkan waktu yang lebih lama, membutuhkan biaya yang lebih besar, dan dapat menimbulkan gangguan pada struktur tanah.

Pada akhirnya, pemilihan metode pembagian bersusun porogapit harus dilakukan dengan cermat dan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti karakteristik batubara, kondisi tanah, dan biaya.

Kata Penutup

Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini diambil dari sumber terpercaya dan telah melalui proses verifikasi. Namun, penulis tidak bertanggung jawab atas pengguna

Related video of Cara Pembagian Bersusun Porogapit